Pendahuluan
Sesar adalah
suatu zona patahan di mana terjadi pergeseran batuan di sepanjang retakan atau
patahan tersebut. Sesar terbentuk akibat adanya pergerakan kerak bumi yang
disebabkan oleh gaya tektonik, seperti gaya kompresi, ekstensial, atau geseran
horisontal. Berdasarkan arah pergerakan batuan yang terjadi di sepanjang
patahan, sesar dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis utama: sesar naik (thrust
fault), sesar turun (normal fault), dan sesar geser (strike-slip fault).
Masing-masing jenis sesar ini memiliki ciri khas dan proses yang berbeda, serta
dampak yang beragam terhadap lingkungan dan kehidupan manusia.
1. Sesar Naik (Thrust Fault)
Pengertian: Sesar naik
adalah jenis sesar di mana blok batuan yang lebih tinggi bergerak naik relatif
terhadap blok batuan yang lebih rendah. Sesar ini terjadi akibat adanya gaya
kompresi yang mendorong kerak bumi menjadi lebih rapat. Sesar naik umumnya
ditemukan di daerah yang mengalami konvergensi, yaitu di mana dua lempeng
tektonik bergerak saling mendekat.
Proses Terbentuknya: Pada
sesar naik, dua blok batuan yang terpisah oleh sesar bergerak saling
bertabrakan, dengan blok yang lebih tinggi bergerak ke atas di atas blok yang
lebih rendah. Proses ini sering kali terjadi pada zona subduksi, di mana satu
lempeng tektonik didorong ke bawah oleh lempeng lainnya.
Contoh dan Lokasi: Sesar
naik banyak ditemukan di daerah pertemuan dua lempeng tektonik yang mengalami
kompresi, seperti Pegunungan Himalaya dan Pegunungan Andes. Di Indonesia, sesar
naik juga dapat ditemukan di daerah pertemuan lempeng Sunda dan lempeng
Australia.
Dampak: Sesar naik dapat
menyebabkan terjadinya gempa bumi yang kuat, karena pergeseran yang terjadi
dapat memicu pelepasan energi secara tiba-tiba. Selain itu, sesar ini juga
berpotensi membentuk pegunungan atau cekungan baru, yang mempengaruhi lanskap
dan ekosistem di sekitarnya.
2. Sesar Turun (Normal Fault)
Pengertian: Sesar turun
adalah sesar di mana blok batuan yang lebih tinggi bergerak turun relatif
terhadap blok batuan yang lebih rendah. Sesar ini terjadi akibat gaya
ekstensional atau tarikan yang menyebabkan kerak bumi merenggang. Sesar turun
biasanya ditemukan di daerah yang mengalami pemekaran, yaitu di mana dua
lempeng tektonik saling menjauh.
Proses Terbentuknya: Pada
sesar turun, dua blok batuan terpisah oleh sesar dan salah satu blok mengalami
penurunan posisi relatif terhadap blok lainnya. Gaya ekstensional menyebabkan
kerak bumi tertarik, sehingga terbentuklah sesar turun yang mengarah ke bawah.
Proses ini dapat menciptakan lembah atau cekungan.
Contoh dan Lokasi: Sesar
turun banyak ditemukan di daerah yang mengalami pemekaran kerak bumi, seperti
di Rift Valley di Afrika Timur dan wilayah Great Basin di Amerika Serikat. Di
Indonesia, sesar turun dapat ditemukan di beberapa bagian wilayah yang
mengalami pemekaran kerak, seperti di wilayah Jawa bagian timur.
Dampak: Sesar turun dapat
membentuk lembah atau cekungan yang luas, yang terkadang menjadi tempat
akumulasi air atau sedimen. Di samping itu, gempa bumi yang disebabkan oleh
sesar ini biasanya lebih kecil intensitasnya dibandingkan dengan sesar naik.
Namun, aktivitas sesar turun dapat mempengaruhi penggunaan lahan, terutama di
daerah yang rawan longsor atau banjir.
3. Sesar Geser (Strike-Slip
Fault)
Pengertian: Sesar geser
adalah sesar di mana pergerakan relatif antara dua blok batuan terjadi secara
horizontal, bukan vertikal. Dalam sesar geser, satu blok batuan bergerak ke
kiri atau ke kanan relatif terhadap blok yang lain. Sesar geser biasanya
terjadi di daerah yang mengalami gaya geser horisontal.
Proses Terbentuknya: Pada
sesar geser, pergerakan terjadi hampir sejajar dengan permukaan tanah, dengan
gaya tektonik yang menyebabkan pergeseran lateral antar dua blok. Gerakan ini
tidak menyebabkan perubahan besar pada ketinggian atau kedalaman tanah, tetapi
dapat menyebabkan pergeseran garis pantai, jalur rel kereta api, atau jalan
raya.
Contoh dan Lokasi: Sesar
geser yang paling terkenal adalah Sesar San Andreas di California,
Amerika Serikat. Sesar ini merupakan salah satu sesar geser terbesar di dunia
dan terkenal karena aktivitas gempa bumi yang sering terjadi di sepanjang sesar
ini.
Dampak: Sesar geser dapat
menyebabkan kerusakan pada infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan bangunan
yang berada di sepanjang sesar. Gempa bumi yang disebabkan oleh pergerakan
sesar geser sering kali menghasilkan pergeseran yang cukup besar secara
horizontal, yang dapat menyebabkan kerusakan signifikan di daerah yang
terpengaruh.
Jenis
Sesar |
Arah
Pergerakan |
Penyebab
Utama |
Contoh |
Sesar
Naik |
Vertikal
(naik) |
Gaya
kompresi |
Pegunungan
Himalaya & Andes |
Sesar Turun |
Vertikal (turun) |
Gaya ekstensional |
Rift Valley & Great Basin |
Sesar
Geser |
Horizontal |
Gaya
geser horizontal |
Sesar
San Andreas |
Kesimpulan
Sesar naik, sesar turun, dan
sesar geser merupakan tiga jenis utama sesar yang terbentuk akibat pergerakan
kerak bumi yang dipengaruhi oleh gaya tektonik. Setiap jenis sesar memiliki
proses terbentuk yang berbeda dan dampak yang bervariasi terhadap lingkungan
dan manusia. Pahami karakteristik masing-masing sesar ini sangat penting untuk
mitigasi bencana, perencanaan wilayah, dan pemahaman lebih dalam mengenai
dinamika bumi.
No comments:
Post a Comment